Ayam Goreng “Murah” Ini Makin Disukai, Kenapa Ya?

Hai, Teman Belajar! Kalau kamu adalah anak rantau atau mahasiswa, pasti kenal dengan dua brand ayam goreng ini. Yaktul, Sabana dan Hisana adalah dua brand ayam goreng yang mulai akrab di tengah-tengah masyarakat dan menjadi favorit bagi banyak orang.

Hal ini tentu menjadi desakan tersendiri bagi brand ayam goreng ternama dan terkenal seperti KFC, McDonald’s, maupun brand-brand ayam goreng lainnya. Dua brand ayam goreng “kaki lima ini diam-diam mulai “mencuri” hati para pecinta ayam goreng. 

Lalu, sebenarnya apa aja sih yang bisa dipelajari dari kedua brand ini? Apa sih yang sebenarnya yang membuat mereka memiliki brand loyalty terhadap konsumennya? Yuk, kita bahas!

1. Flavor as a business strategy

Dalam berbisnis Food and Beverages (FnB), ,kualitas rasa dari makanan yang diproduksi sangatlah penting. Tak jarang orang yang membeli makanan di Sabana dan Hisana menyukai ayam goreng dari kedua brand itu karena rasanya yang lebih enak dibanding ayam branded. Ini artinya, kedua brand ini fokus kepada kualitas produknya yang kemudian berdampak kepada peningkatan sales mereka.

2. Every Day Low Prices (EDLP)

Salah satu alasan mengapa Sabana dan Hisana ini berhasil memikat para pelanggannya adalah mereka menggunakan strategi Every Day Low Prices (EDLP). Brand menggunakan strategi dengan memasang harga yang produk yang rendah secara konsisten, tanpa harus menunggu momentum tertentu.

Bisa dikatakan, kedua brand ini berani memberikan harga produk yang rendah dan jarang menaikkan harga produknya. Meski mereka jarang memberikan diskon, mereka tetap konsisten untuk selalu murah.

3. Low Level Segmentation

Sebagai brand baru, Sabana dan Hisana mengetahui pasti bakal sulit sekali untuk bersaing secara head to head dengan brand-brand ternama dan populer. Brand-brand tersebut pun menguasai segmentasi pasar menengah ke atas.

Oleh sebab itu, kedua brand tersebut pun berfokus kepada segmentasi pasar menengah ke bawah. Dengan demikian, mereka lebih bisa bersaing lebih mudah. Terlebih, mereka menerapkan model franchise untuk berekspansi, membuat mereka bisa leluasa menguasai pasar.

Nah, itu dia beberapa alasan mengapa kedua brand tersebut bisa dikenal dan digemari oleh masyarakat, Teman Belajar. Namun, sebenarnya, masih ada banyak pemain low segment yang juga mulai populer selain Sabana dan Hisana lho, Teman Belajar! Beberapa di antaranya adalah Rocket Chicken, Olive, dan Laziza.

Gimana, Teman Belajar, seru kan insight-insight terbaru tentang Digital Marketing-nya? Kamu bisa juga lho kulik insight-insight yang lain di website Belajarlagi.id dan Twitter @BelajarlagiHQ

Kalau kamu ingin mendalami lebih lanjut tentang digital marketing, yuk gabung dengan cara daftar diri kamu di kelas-kelas digital marketing yang tersedia di BelajarlagiHQ. Sampai jumpa!