4 Cara Bikin Bisnis Shoes Cleaning Ramai Terus

2 mins
Marketing Theory
Content

Salah satu bisnis underrated yang jarang dibahas tapi punya peluang growth yang gede dan omzet milyaran, ya jasa cuci sepatu.

Kenalin, ada Shoes and Care (SAC) punya dr. Tirta yang modal awalnya cuma 400 ribu. Biasanya bisnis akan struggle pada tahun-tahun pertama, tapi SAC udah jalan lebih dari satu dekade dan punya 65+ lokasi bahkan pernah dapat pelanggan sampai Australia dan Amsterdam. Coba kita ulik gimana strategi bertahannya.

Disclaimer dulu, SAC ini merupakan bisnis milik @tirta_cipeng yang kesekian dan growing punya banyak cabang bukan dikarenakan exposure dr. Tirta saja. Singkat cerita, dr. Tirta mulai naik jadi influencer lewat cuitannya di platform X ketika COVID-19. Namun, pada saat yang bersamaan, SAC per 2019 sudah punya puluhan cabang. Sebelumnya, dr. Tirta lebih dikenal di kalangan pegiat UMKM sama sneakers enthusiast.

Sepak terjang bisnis Shoes and Clean 

Lokasi pertama Shoes and Care

Awalnya, dr. Tirta beli pembersih sepatu merk luar negeri dengan harga 400 ribu buat ngebersihin sepatunya sendiri. Singkat cerita, teman kosnya pada nitip  buat dibersihin juga dengan bayar seikhlasnya. Nah dr. Tirta melihat ini sebagai peluang bisnis yang bisa dikembangkan dan diseriusin.

Lanjut terus promosi ke temen-temen kos dan komunitas pecinta sneakers, pararel bikin akun IG & mulai secara online. Semua ini masih dilakukan di Jogja sendirian, otodidak sambil sewa kamar di tempat kos yang sama buat dijadiin tempat usahanya di tahun 2013.

SAC ini jasa perawatan premium sepatu pertama di Indonesia yang berbasis media sosial. Strategi marketing yang dilakukan mereka ga cuma secara digital aja, tapi juga secara konvensional, dan ini yang bikin mereka bisa bertahan lebih dari satu dekade.

Minjar coba breakdown, ya!

1. Content Marketing Matrix

Marketing matrix yang diterapkan di media sosial

Kalo liat di IGnya, SAC ngerti penggunaan content marketing matrix. Content typenya ga cuma promosi, tapi ada edukasi, hiburan, sampe challenge. Minjar spill content marketing matrix yang bisa jadi pegangan buat bangun bisnis lewat media sosial.

2. Riset Target Market

solusi yang ditawarkan berdasarkan riset market

Memulai bisnis itu wajib banget melakukan riset target market. Target market awal SAC memang pengguna sepatu sneakers. Tapi setelah riset dan jalanin bisnis, dr. Tirta ngeliat ada market yang potensial, yaitu perempuan.

Dibuatlah campaign Just For Her dan promo Female Friday khusus sepatu wanita, kayaK heels, flat, wedges, dan lain-lain.

Tak hanya itu, setelah perjalanan yang cukup panjang sekarang SAC ga hanya bersihin sepatu, tapi bisa bersihin topi, tas dan dompet yang berbahan kulit sampai suede.

Teknik pembersihan nya ada fast cleaning, deep cleaning, un-yellowing, repainting sampai repair pake mesin.

3. Offline Promotion

Rajin hadir di berbagai event jadi salah satu taktik jemput bola yang dr. Tirta lakuin supaya bisnisnya tetap sustain & makin kokoh.

SAC pernah buka booth di Urban Sneaker Society JCC, Exposure Market di Jogja & yang lagi on going di Brightspot Mall Ratu Plaza.

4. Employee Oriented

Salah satu rahasia sukses bisnis dr. Tirta itu mementingkan pegawainya. Pas Covid beliau ga ada pemotongan gaji & THR tetep dikasih. Alasannya sederhana, lebih dari 50% pegawainya SAC itu kaum marginal/anak jalanan dan doi seneng liat pegawainya dapet duit.

Sebenarnya masih banyak strategi bisnis SAC yang belum Minjar spill. Tapi, lebih baik kita langsung aja denger dari ownernya. Udah pada tau kan kalo dr. Tirta bakal ngasih resep gacornya selama build bisnis?

Gas curi ilmunya di Sabtu ini, 15 Juni 2024. Link registrasinya ada di sini: bit.ly/TirtaXBelajarlagi 

Sampai jumpa akhir pekan ini, Teman Belajar!

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.